Senin, September 30, 2013

Perjuanganku Untukmu Sang Calon Pemimpin

http://momtravelerblog.files.wordpress.com/2013/09/revisi-posterblog-writing-competition-1-5-04092013-resized.jpg?w=560


Our best moment when IMD (Inisiasi Menyusu Dini)
Memiliki anak adalah anugrah yang luar biasa. Masih sangat jelas dalam ingatan, ketika saya hamil dan masih aktif bekerja hingga 9 bulan kehamilan, betapa bahagianya detik tiap detik saya lalui. Saya percaya, pendidikan seorang anak itu berawal dari dalam kandungan
Foto kenangan hasil USG
Untuk itu saat hamil saya berusaha untuk menjaga emosi agar tidak mudah marah, makan makanan bergizi demi sang jabang bayi, mengajaknya berkomunikasi, memeriksakan kandungan sesuai jadwal, mendengarkannya musik dan rajin yoga atau senam kehamilan saat kandungan sudah cukup bulan. Tak percaya rasanya ada kehidupan lain didalam rahim saya.  Kemudian saat kehamilan sudah menginjak 38 minggu, tibalah masa saya menghadapi proses melahirkan secara normal yang diawali dengan kontraksi yang super dahsyat selama puluhan jam. Ohh…tangis haru saat memeluk pemimpin kecil ini terlahir di dunia.  

Sang calon pemimpin :)
Detik-detik kehadiran Azel
Saya seorang ibu bekerja, memiliki satu anak laki-laki bernama Fawazel Everest Sukarno yang saat ini usianya 2,5 tahun. Rasanya baru kemarin saya menimangnya, menatahnya berjalan, tapi kini Azel sudah berlari kencang, berbicara panjang, gosok gigi sendiri, ingin tahunya besar dan pastinya sudah bisa menolak apa yang tidak dia suka. Oya, jujur dulu padahal saya tidak terlalu suka dengan anak kecil.  Namun semua berubah setelah saya memiliki anak. Ternyata benar apa kata orang bahwa anak itu obat mujarab saat kita lelah dan capek pulang kerja. Semangat itu kembali menyala saat menggendongnya dan mendengarkan celotehnya. Saya berjanji ingin mendidik Azel dengan sebaik mungkin.

Memandikan sendiri
Saat ikut kelas pijit bayi
Merangkai tulisan ini membawa saya ke masa dimana saya belajar memandikan bayi sendiri, mengikuti kelas pijit bayi dan mempraktekkannya tanpa terlihat seperti amatiran #blushing, hal ini saya lakukan tiap pagi dan sore hingga Azel berumur 1 tahun :) bahkan beberapa teman dan saudara ada yang minta diajari cara memijit bayi. Oya, sampai detik ini saya tidak pernah melibatkan dukun bayi karena dokter anak yang sesungguhnya adalah kita ini yaitu para Ibu ! Belaian dan pelukan selalu saya berikan kepadanya. Karena sebuah pelukan itu sangat memperkuat bonding antara Ibu dan anak. Anak akan merasa disayang dan dilindungi sehingga membuatnya selalu ceria dan percaya diri.  

Stok ASI demi Azel :)
Potret MPASI masih tersimpan :)
Masa berjuang memberikan ASI Eksklusif juga menjadi momen berhargaku : saat Azel opname karena bilirubin tinggi tanpa boleh ditunggui dan saya harus rajin setor ASI ke Rumah Sakit. Saya juga memompa ASI tanpa kenal lelah : di kantor, di lokasi shoting, saat dinas di luar kota pasti menenteng ASI beku sebagai oleh-oleh terbaiknya. Alhamdulillah akhirnya Azel lulus ASI Eksklusif lalu lanjut bergelut dengan  MPASI (Makanan Pendamping ASI) home made. Selain itu saya paling senang ikut kelas seminar anak, selain menambah wawasan juga menambah kenalan teman untuk saling bertukar pikiran soal mengasuh anak.

Saat mengikuti seminar sadar gizi sejak dini bersama komunitas
Sang fotografer cilik
Senang menyanyi
Mungkin benar kata pepatah bahwa buah jatuh tak akan jauh dari pohonnya. Anak itu peniru ulung. Dia akan mencontoh apa saja yang dilihat orang terdekatnya. Disini peran orang tua sangat ditentukan. Karena pendidikan paling mendasar berasal dari keluarga. Contoh kecil misalnya, saya suka membereskan kertas-kertas yang tak terpakai lalu membuangnya ke tempat sampah. 
Gemar membantu juga lho
Kini Azel rajin sekali membuang bungkus bekas makanan atau biji jeruk kedalam tempat sampah, hebatnya hal itu tanpa saya suruh. Dan ketika dia mendengar atau melihat tayangan musik dengan sigap tangannya meraih microphone yang saya simpan dibawah TV lalu berteriak-teriak bak seorang penyanyi. Kamera pocket saya pun tak luput ‘dibajak’ Azel karena ketika piknik dia sudah seperti fotografer profesional jeprat jepret sana-sini. Oh lucu sekali melihat tingkahnya yang tiap hari makin menggemaskan.

Bermain pasir di pantai
Memang saat ini saya masih memutuskan untuk bekerja sehingga tidak dapat mengawasinya selama 24 jam. Namun saya yakin, waktu yang tersisa selama dirumah akan menjadi waktu yang berkualitas baginya jika saya selalu berada didekatnya ; menemaninya bermain atau mengajaknya bercerita. 
Azel suka naik kuda
Dan meskipun dia laki-laki tiap menyapu lantai saya mengajaknya ikut membawa sapu atau menyiram bunga agar sayang tanaman juga. Hal-hal kecil seperti itu berusaha saya terapkan pada Azel. Karena mengurus rumah juga bukan hanya tanggung jawab perempuan saja kan :) Jika weekend tiba, saya suka mengajaknya wisata outdoor seperti ke kebun binatang, ke pantai, berenang, atau wisata alam lain. Azel sangat menyukainya. Hal besar dimulai dari yang kecil-kecil. Dalam mengasuh memang seorang Ibu tidaklah sempurna, dukungan suami juga sangat dibutuhkan.
 
Menjadi Ibu juga harus berhati-hati dalam berbicara. Karena apa saja yang keluar dari mulut kita, anak akan mencontohnya. Sangat prihatin kan jika kita mendengar seusia anak-anak tapi mengeluarkan bahasa kotor atau umpatan yang tidak seharusnya. Setiap kata adalah doa, maka berkatalah yang baik-baik. Saya berusaha semaksimal mungkin untuk tidak mengucapkan kata "nakal" kepada Azel. Ingat anak juga memiliki daya ingat yang tajam. Sepengetahuan saya, pengalaman buruk seorang anak akan teringat hingga ia dewasa dan ada efek psikologis. Betapa terharu beberapa saat yang lalu dalam perjalanan pulang kantor saya membawa Azel, terlibat sedikit percakapan diatas bis "Mas Azel, Mimi capek sekali tadi lari-lari ngejar bis sambil gendong kamu", lalu tanpa saya duga Azel menjawab "Capek ya Mi ? cini Ajel pijit" sambil dia memijit-mijit kecil lengan saya. Seketika mata saya berkaca-kaca lalu menciumnya. 

Little Einstein
Buku adalah jendela ilmu
Mengenai rencana atau impian untuk anak, sebenarnya banyak sekali. Yang paling dekat, tahun depan saat umurnya genap 3 tahun saya ingin memasukkan Azel ke Play Group. Ini memang bukan keharusan tapi saya rasa penting untuk proses sosialisasi dia dengan teman-temannya kelak. Saya juga ingin membangun perpustakaan di rumah agar Azel kelak gemar membaca. Semoga bisa terealisasi tahun depan yah. Tabungan pendidikan pasti sudah kami pikirkan, apalagi biaya semakin mahal saja ya. Membayangkan Azel kelak mendapat beasiswa belajar di luar negeri juga mimpi yang saya harapkan. 


SGM pilihanku hehe..
Dan inilah sekelumit perjuanganku untukmu sang calon pemimpin ! Semoga saja si pemimpin kecil Azel dipertemukan dengan lingkungan yang selalu positif, menjadi anak yang mandiri, berkepribadian luhur dan mampu mencapai impian besarnya. Perjalanan ini masih sangat panjang, semoga Allah selalu melindungi keluarga kecil kami. Oya, kebetulan sekali Azel doyan susu SGM lho ! setelah lulus ASI ekslusif dia ternyata ada alergi susu sapi, dia minum SGM Soya dan sudah 1 tahun ini beralih ke SGM eksplor 3 rasa vanilla. Oya, tulisan ini saya ikut sertakan dalam #LombaBlogNUB : lomba menulis dari Nutrisi Untuk Bangsa dengan tema Peran Ibu Untuk Si Pemimpin Kecil. Jika menang, uangnya untuk apa yaa ? Untuk tambah modal membuat perpustakaan di rumah deh :)


4 komentar:

  1. Aah aku jadi ingat pengalaman sama bayi bayiku, aku memandikan mereka sendiri sejak lahir, memijat sendiri juga. nyontek vcd cara pijat bayi.. hihihi.. sukses ya utk kompetisinyaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mak Noe... hehe iyaa kangen juga masa2 anak menjadi bayi. Btw tulisan saya sepertinya kurang renyah nih jika dibandingkan blog mak Noe.. masih harus diasah terus :D makasih lho sudah mampir...

      Hapus